Sejarah KAMPUNG MEKAR JAYA

  • SEJARAH KAMPUNG
  • Asal-usul / Legenda Kampung

 

Menurut cerita Kampung Mekar jaya merupakan daerah baru pemekaran dari Kampung Tanjung jaya,penduduknya berasal dari tanah Banten dan Jawa Tengah dengan hidup berkelompok-kelompok dengan cara bercocok tanam tradisional hanya menanam padi dan jagung, sementara roda pemerintahan berjalan baik sehingga terbentuklah kampung Tanjung jaya, dari situlah masyarakat berkembang baik pola tanam, pendidikan, perekonomian, dan pola berfikir sehingga warga masyarakat ada pemikiran baru punya keinginan untuk pengembangan kampung atau pemekaran kampung yang dirintis oleh para tokoh masyarakat sejak tahun 1970, dengan perjalanan berliku-liku banyak rintangan dan hambatan padahal kalau dilihat dari luas wilayah, jum;lah penduduk, jumlah kepala keluarga dan angka pendapatan perkapita sangatlah layak dimekarkan namun karena minim nya sumber daya pengetahuan masyarakat yang dilatar belakangi pendidikan sangat rendah dan kurang nya informasi dari berbagai kalangan baik dari pemerintah daerah maupun dari yang lain sehingga kesadaran untuk membangun kampung sangatlah prihatin  sehingga banyak hambatan-hanmbatan untuk mempertahankan tidak mau dimekarkan dan juga karena dipengaruhi oleh pihak-pihak yang memikirkan kepentingan-kepentingan pribadi belaka, padahal kalau kita piker yang mendalam, apa yang menjadi tujuan dari pemekaran Kampung sangat lah membuat perubahan yang sangat besar dan dapat mempengaruhi percepatan pemerataan pembangunan itu sendiri. Masyarakat banyak yang belum mengerti sehingga terombang-ambing dengan gesekan-gesekan, pengaruh dari pihak yang mempunyai tujuan pribadi atau ketamakan jabatan belaka yang mengakibatkan lambatnya pembangunan karena kampung Tanjung jaya sangatlah luas untuk sekecamatan Bangunrejo.

Adapun tujuan pemekaran adalah sebagai berikut

  1. Dapat menjalankan kemampuan proses administrasi secara berdaya guna dan berhasil guna.
  2. Memaksimalkan pelayanan masyarakat, karena tidak terpengaruh factor jarak dan sesuai tingkat perkembangan pembangunan.
  3. Masyarakat dapat mandiri dalam mengembangkan pembangunan daerah sebagai wujud otonomi daerah.
  4. Membangun dan mengembangkan tujuan otonomi daerah khususnya kedelapan dusun.

 

Setelah masyarakat mulai memahami tujuan dari pada pemekaran sehingga mulai menyatu pemikiran untuk bertekat memekarkan kampung walaupun masih ada yang kontra yang dimulai bulan januari 2010. Kelompok-kelompok masyarakat atau dusun mulai menyatukan sikap dan niat dengan membuat surat peryataan sikap dari berbagai kelompok atau dusun sehingga tepatnya pada Hari Rabu malam Kamis tanggal 10 Februari 2010 di Gedung SDN 04 Tanjung jaya telah diadakan pertemuan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda yang telah di hadiri Kepala Kampung Induk, Lembaga LPMK,BPK dan perangkat kampung Tanjung jaya dengan hasil kesepakatan musyawarah mufakat sebagai berikut

 

  1. Menyetujui adanya pemekaran kampung dari kampung induk kampung Tanjung jaya
  2. Menunjuk Sdr. Pairin sebagai Ketua Panitia Pemekaran Kampung
  3. Semua biaya yang berakibat yang timbul dari operasional proses pengurus Pemekaran di tanggung secara swadaya kususnya  warga masyarakat calon Pemakaran.

 

Dari situlah proses pemekaran mulai berjalan, Sdr.Pairin selaku Ketua Panitia Pemekaran mulai mengadakan proses, yang diawali rapat membahas tentang menyusun kepengurusan maupun penggalangan dana dan juga tidak kalah pentingnya mulai melobi ke pemerintahan kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten ( PMK ) dan juga kepada Ketua Panitia Khusus Pemekaran Kampung ( Pansus ) ke kantor DPRD Kabupaten Lampung Tengah untuk mencari informasi dan petunjuk proses Pemekaran, disamping itu Sdr.Pairin mulai membuat surat permohonan kepada Kepala Kampung Induk Tanjung jaya yang akan diteruskan dengan persetujuan melalui rapat BPK. Lembaga Badan Permusyawaratan Kampung ( BPK ) selalu mengadakan rapat membahas tentang Pemekaran atas usulan Panitia sering kali mengadakan rapat tetapi gagal dan gagal karena ada beberapa kepentingan-kepentingan pribadi sehingga masih ada yang mempengaruhi untuk menggagalkan Pemekaran, namun diadakan rapat kembali pada malam jumat tanggal 19 maret 2010 di tempat kediaman Sekretaris BPK yaitu Bpk.Nurkholis dan di hadiri Kepala Kampung Induk beserta Sekretaris Kampung Tanjung jaya dan perangkatnya menyatakan kesepakatan adalah sebagai berikut :

  1. Peserta Musyawarah sepakat menyetujui pemekaran kampung.
  2. Pemekaran kampung terdiri dari dusun I, II, III, IV, V, VI, VII menjadi kampung induk dan dusun VIII, IX, X, XI, XII menjadi calon kampung pemekaran.
  3. Batas kampung induk dan calon kampung pemekaran mengikuti batas wilayah dusun yang berdampingan.

Setelah ada kesepakatan namun kepala kampung induk masih berkelit tidak mau menandatangi berkas yang mau diajukan ke Kabupaten lewat Kecamatan Bangunrejo bahkan Sdr ketua panitia sempat dipanggil oleh tokoh ( Mantan Kepala Kampung) Tanjung jaya dirumah kediaman dengan Kepala Kampung Induk untuk musyawarah supaya ketua Panitia menunda pemekaran dengan semangat pemekaran sdr ketua Panitia menolak usulan Kepala Kampung dan tokoh masyarakat sehingga menyepakati untuk diadakn Musywarah kembali atau oleh ketua Panitia disebut Musyawarah akbar di Balai Kampung Tanjung jaya pada hari jum’at tanggal 26 Maret 2010 jam 09.00 wib, yang telah dihadiri semua elemen masyarakat, kepala kampung beserta perangkatnya, lembaga kampung Tanjung jaya ( LPMK dan BPK ) dan Uspika Kecamatan Bangunrejo ( Camat, Kapolsek, Koramil ) yang dalam rapat tersebut dipimpin langsung oleh ketua BPK  ( Sarman ) dan di damping semua anggota BPK, semua peserta rapat diberi kebebasan untuk menyampaikan pendapat dari tokoh masyarakat, tokoh Agama, Pemuda Kepala Kampung Induk dari Uspika dan juga tidak kalah pentingnya dengan semangat pemaparan dari Ketua Panitia ( Pairin ) semua tercengang terutama dari Uspika dan di dukung dengan peserta rapat semua meneriakan merdeka merdeka kampung mekar jaya sambil mengangkat angkat tangan nya dengan semangat nya, di sinilah walau berjalan ulettetapi tetep ada kata sepakat yaitu diputuskan melalui Uspika yaitu  disampaikan oleh Camat Bangunrejo “ Bahwa Pemekaran Kampung Tanjung jaya pada dasarnya sudah layak di mekar karna apa lagi kalau kita melihat dari luas wilayah, jumlah penduduk, dan didukung oleh sarana dan prasaran sudah tersedia, dan proses pemekaran agar segera ditindak lamjuti.”

Lalu oleh Pimpinan Rapat Ketua BPK ( Sarman ) di putuskan bahwa pemekaran Kampung Tanjung jaya telah disepakati bersama dan segera di tindak lanjuti oleh ketua panitia pemekaran ke Kabupaten Lampung Tengah melalui Kecamatan Bangunrejo selanjutnya ketua panitia mulai menyampaikan tembusan-tembusan baik ke kecamatan maupun ke Kabupaten Lampung Tengah, karena melalui proses berjalan sampailah pada jadwal untuk meninjau langsung atau kunjungan Tim Verofikasi oleh Pansus Pemekaran.

Pada hari Rabu Tanggal 19 Mei 2010 jadwal kunjungan kerja PANSUS DPRD Kabupaten Lampung Tengah turun di lapangan dusun Gunung terang yang di hadiri Ketua Pansus ( Bambang Suryadi dari PDIP ) beserta 10 anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Uspika, Uspida, Kepala Kampung, Kepala Kampung Perbatasan dan kurang lebih 2000 warga masyarakat dan diramaikan oleh kesenian tradisional ( Singa Depok ) khas Jawa Barat dari dusun Gunung terang ( Mekar jaya ) dengan hasil kunjungan verifikasi Pansus Kab.Lampung Tengah, dengan kunjungan Pansus terdapat Pro dan Kontra yang hamper-hampir gagal karena di pancing dengan kemarahan warga yaitu adalah salah satu warga ( Apen Supandi ) menyampaikan tidak setuju dengan pemekaran Kampung, walaupun dengan kemarahan semua warga yang hadir tetapi dengan  ketua panitia mengintruksikan kepada warga terutama kepada semua panitia untuk tetap sabar dan tenang bahwa proses lagi berjalan jangan sampai dinodai dengan anarkis apalagi dengan kebrutalan biar kita kasih kesempatan sdr Apen Supandi untuk menyampaikan pendapatnya, sehingga suasana bisa reda walaupun sangat tidak setuju penyampaian sdr Apen salah satu warga yang tidak setuju dengan adanya pemekaran Kampung. Sehingga sampai Paripurna acara tersebut aman damai tidak ada kekacauan dengan pesan ketua Pansus bahwa persetujuan ini akan diadakan rapat pleno di gedung DPRD Kabupaten Lampung Tengah dan bilamana jadwal pleno akan digelar ketua Panitia dan Uspika dan Kepala Kampung Induk akan diundang. Dengan berjalannya waktu proses pemekaran terus berjalan tibalah saat kami panitia mendapat undangan untuk menghadiri dan siding Pleno di Gedung DPRD Kabupaten Lampung Tengah, tepatnya pada hari Senin tanggal 27 September tahun 2010 jam 13.00 wib. Kami Ketua Panitia ( Pairin ) beserta warga rombongan masyarakat sebanyak 5 mobil dan Uspika Bangunrejo, Camat Bangunrejo( Bp Dr Sugandi )  Kapolsek Bangunrejo, dan Kepala Kampung Induk ( Pawitno ) beserta Sekretaris ( Ramadi ) Kampung Tanjung jaya dan Pansus Pemekaran Kampung melaksanakan Rapat Pleno di Gedung DPRD Kabupaten Lampung Tengah. Dari hasil sidang Pleno tersebut yang dihadiri Ketua Panitia beserta warga, Kepala Kampung Induk Tanjung jaya beserta Sekretaris Kampung, Camat Bangunrejo,Koramil Bangunrejo, Bangunrejo, dan 7 fraksi. Dari hasil Rapat Pleno tersebut bahwa melihat dan memperhatikan dari segi luas lahan,jumlah penduduk dan kesiapan sarana dan prasarana sangat layak untuk di mekarkan dan di sahkan untuk menjadi kampung Divinitif.

Dengan berjalannya waktu proses berjalan,hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan sampailah saat yang di tunggu-tunggu oleh seluruh warga masyarakat kampung Mekar jaya tepatnya  Pada hari Rabu tanggal 26 Januari 2011 telah diresmikan langsung oleh Bapak Bupati ( Bp. PAIRIN ) Lampung Tengah, Kampung Mekar jaya menjadi Kampung Devinitif dan Pelantikan Kepala Kampung Sdr Pairin sebagai PJS Kepala Kampung Mekar jaya sehingga sampai sekarang oleh warga masyarakat Kampung Mekar jaya di peringati setiap tahunnya menjadi Hari jadi Kampung     Mekar jaya.